Hadiri Festival Mid Autumn 2025, Wakil Ketua III DPRD Kota Batam Hendra Asman Ajak Masyarakat Hidup Damai dan Bahagia

Avatar photo

Ribuan warga Batam memadati Maha Vihara Duta Maitreya Senin (6 Oktober 2025) malam untuk memperingati Festival Pertengahan Musim Gugur atau Mid Autumn Festival 2025.

Anak-anak hingga orangtua berjubel dan antusias menyaksikan festival yang terselenggara tepat dibawah terang bulan itu. Aneka tarian, lagu-lagu yang dipentaskan yang ditutup dengan pesta kembang api menyemarakan acara tersebut.

Wakil Ketua DPRD Kota Batam Hendra Asman, SH.MH beserta keluarganya ikut dalam festival ini. Dalam sambutan lebih dari 10 menit yang disambut tepuk tangan itu, ia mengajak masyarakat untuk memaknai perayaan penting dalam budaya Tionghoa itu sebagai momentum mempererat persatuan dan kesatuan, hidup damai dalam keharmonisan dan kebahagiaan.

BACA JUGA:  Anthony Ginting Melaju ke Semifinal Singapore Open 2023

“Saya ajak kita semua untuk hargai diri sendiri, hargai lingkungan kita, sama-sama bergandengan tangan, sama-sama hidup damai dan bersukacita,” ujar Hendra Asman.

Selain itu, politisi Partai Golkar ini juga minta ribuan warga yang hadir untuk menyayangi keluarga masing-masing, diri sendiri dan sesama.

BACA JUGA:  Masuk Endemi, Pemerintah Masih Jamin Pengobatan Covid-19

“Hidup ini anugerah bapak dan ibu semua. Sayangi keluarga kita, sayangi diri sendiri, sayangi sahabat-sahabat kita,” tambah alumni UIB Batam ini.

Hendra Asman dalam kesempatan itu juga berterimakasih kepada semua pemimpin vihara dan guru-guru yang ada di Batam yang telah mendoakannya bersama keluarga selama ini.

Beberapa Pandita yang hadir dalam festival ini yakni pimpinan Maha Vihara Duta Maitreya Batam Pdt. Wirya Candra, Pdt. Jimmy Tanaka dan lainnya bersama dosen UIB Batam Lu Sudirman dan undangan lainnya.

BACA JUGA:  Marak Kebocoran Data, Pakar: Bahaya Bagi Masyarakat dan Negara

Mid Autumn Festival menjadi salah satu tradisi Tionghoa sejak ribuan tahun lalu sebagai perayaan musim panen pada bulan ke-8 setelah Imlek dengan bulan purnama pada malam hari dimana masyarakat berkumpul dengan keluarga sebagai ungkapan syukur atas keharmonisan, kebahagiaan atas hasil panen mereka dengan tradisi makan kue bulan atau mooncake.(*)