BATAM, TENTANGKEPRI.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam mengunjungi Kantor DPRD Kota Batam pada Jumat (22/9/2023).
Pertemuan dilakukan di ruang kerja Ketua DPRD Batam sekira pukul 14.00 WIB secara tertutup.
Ketua DPRD Batam, Nuryanto memimpin pertemuan selama lebih kurang dua jam.
Pertama, terkait tahapan pemilu sampai saat ini sudah berjalan sesuai dengan rencana.
Kedua terkait budget anggaran pemilu sudah terpenuhi.
Tak hanya itu, mereka juga membahas kendala-kendala yang dihadapi oleh KPU menjadi topik pembahasan
Ketiga yaitu kondisi kerusakan gedung KPU Kota Batam yang berada di Sekupang.
“Masih banyak yang bolong-bolong dan bocor-bocor,” ujar Nuryanto usai pertemuan di ruangannya.
Menurutnya kerusakan Gedung KPU ini menjadi kendala dan masalah sehingga harus segera diperbaiki.
“Kami coba membuat permohonan ke BP Batam. Minimal diperbaikilah. Apalagi Kepala BP Batamnya merupakan Wali Kota Batam,” katanya.
Nuryanto melanjutkan apalagi 2024 mendatang ada penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada sehingga gedung KPU harus diperbaiki dari sekarang.
“Tapi secara keseluruhan prosesnya lancar. Kendalanya hanya itu,” katanya.
Turut hadir juga Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Lik Khai, Anggota Komisi I , Tumbur M. Sihaloho dan Sekretaris DPRD , Aspawi.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam, Mawardi menyampaikan kondisi gudang penyimpanan logistik kepada DPRD Batam sudah menjadi atensi.
“Masalah saat ini adalah kebocoran, dan kelayakan gudang yang akan digunakan untuk menyimpan logistik pemilu mendatang,” ujarnya sesudah bertamu di Kantor DPRD Batam, Jumat (22/9/2023).
Ia berharap DPRD Kota Batam bisa memberikan bantuan untuk memperbaiki kondisi kantor.
Pasalnya persiapan logistik berlangsung di gudang. Misalnya tempat menyimpan dan melipat surat suara.
Kondisi gudang yang bocor dikhawatirkan bisa merusak logistik jika tidak diperbaiki.
“Konsentrasi kita adalah gudang penyimpanan,” tuturnya.
“Kami sudah minta bantu untuk diperbaiki. Namun untuk Pemko Batam tidak bisa bantu, sebab aset masih berada di BP Batam. Pak Nuryanto menyarankan kami bersurat ke BP Batam,” katanya.
Selain itu, untuk mendukung penyimpanan logistik Pemilu mendatang, pihaknya juga sudah menyiapkan anggaran untuk menyewa gudang bekas Pelabuhan Beton, Sekupang.
“Kami sewa untuk luasan 2.500 meter persegi. Jadi lebih luas dari sebelumnya. Sehingga logistik bisa tersimpan dengan baik. Kami juga minta fasilitas gudang bebas dari kebocoran untuk menjamin logistik aman,” katanya.
Selain itu, KPU Batam juga menyampaikan untuk saat ini proses dan rencana tahapan pemilu sesuai dengan yang sudah ditentukan. KPU Batam baru saja merampungkan pengajuan pergantian daftar caleg sementara (DCS).
“Semua berjalan lancar. Tentu sampai hari pelaksanaan kami berharap semua lancar,” ujarnya.
Adapun anggota KPU yang hadir di antaranya Kota Batam Adri Wislawawan, Aksara Pandapotan Manurung, Bosar Hasibuan, Mawardi dan Rosdiana.(TB)








