Ganjar Pranowo Bakal Menggugat Hasil Pilpres 2024 ke Mahkamah Konstitusi

Avatar photo
Ganjar Pranowo
Ganjar Pranowo

TENTANGKEPRI.COM – Ganjar Pranowo menegaskan bakal menggugat hasil Pilpres 2024 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Ia mengatakan MK jadi benteng terakhir baginya dan publik untuk meluruskan dugaan kecurangan yang ada.

“Tim sepakat kalau semuanya harus diluruskan agar demokrasi baik, maka benteng terakhir adalah MK,” kata Ganjar dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (21/3).

Ia menuturkan selama sebulan belakangan ini telah berkeliling ke banyak daerah bersama Mahfud. Ganjar mengaku mendapatkan cerita yang seragam soal dugaan kecurangan di Pilpres 2024.

BACA JUGA:  Momen Haru Imam Besar Masjid Istiqlal Cium Kening Paus Fransiskus

Bahkan, kata dia, kecurangan itu sudah tampak sejak sebelum pemungutan suara pilpres pada 14 Februari 2024.

“Kami juga komunikasi dengan parpol pengusung, saksi, apakah cerita itu ada? Dan ternyata relatif punya kemiripan. Mulai proses seleksi capres cawapres, sampai proses putusan MK (perkara) 90. Awal cerita inilah yang kemudian rasanya proses pemilu menjadi pertanyaan banyak pihak,” ucap dia.

BACA JUGA:  Mahkamah Konstitusi Izinkan Kampanye di Kampus, Kemendikbudristek Rumuskan Regulasi

Selain itu, lanjut Ganjar, banyak akademisi dari perguruan tinggi yang sudah bersuara soal kecurangan pemilu. Menurutnya, pemilu harus sesuai asas jujur dan adil.

Ia pun mengatakan telah menyampaikan berbagai laporan kepada KPU dan Bawaslu. Namun, menurut Ganjar tak semua laporan ditindaklanjuti. Karena itu, mereka sepakat mengajukan gugatan perselisihan hasil pemilu ke MK.

Pada Rabu (20/3) malam, KPU menetapkan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai pemenang Pilpres 2024. Pasangan itu meraih 96,2 juta suara atau 58,5 persen.

BACA JUGA:  Tim Gratifikasi KPK Kumpulkan Bahan soal Jet Pribadi Bobby Nasution

Sementara itu, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) meraih 40.971.906 suara atau 24,94 persen dari total suara sah. Anies-Cak Imin menang di dua provinsi, yakni Sumatera Barat dan Aceh.

Sedangkan Ganjar Pranowo-Mahfud MD mendapat 27.040.878 suara atau 16,46 persen dari total suara sah. Ganjar-Mahfud tak menang di satu provinsi pun. (*)

 

Sumber: cnnindonesia