Wisata Danau Toba Sumut Terganggu Asap Karhutla

Avatar photo
Ilustrasi. Danau Toba. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT) Baca artikel CNN Indonesia "Wisata Danau Toba Terganggu Asap Karhutla" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20261015063606-269-1415452/wisata-danau-toba-terganggu-asap-karhutla. Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com/
Ilustrasi. Danau Toba. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT) Baca artikel CNN Indonesia "Wisata Danau Toba Terganggu Asap Karhutla" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20261015063606-269-1415452/wisata-danau-toba-terganggu-asap-karhutla. Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com/

Kawasan Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut), diselimuti asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Rabu (14/10). Kondisi ini mengganggu jarak pandang di salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia tersebut.
Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Silangit, Christy, mengatakan asap yang menyelimuti kawasan Danau Toba berasal dari titik panas di wilayah Sumatera bagian selatan. Asap terbawa angin yang bertiup dari arah timur hingga tenggara.

“Asap yang terjadi di kawasan Danau Toba berasal dari titik panas yang terjadi di Sumatera bagian selatan. Arah angin yang berasal dari timur hingga tenggara mengakibatkan asap yang berasal dari Sumatera bagian selatan masuk ke wilayah kawasan Danau Toba,” kata Christy, dikutip dari detikSumut, Rabu (14/10).

BACA JUGA:  Debu Jadi Tantangan Danau Toba Rally 2023


Berdasarkan data pengamatan pada Selasa (13/10), terdapat 2.253 titik panas di wilayah Sumatera bagian selatan (Sumbagsel). Sementara itu, Jambi mencatat 187 titik panas, Kepulauan Bangka Belitung 134 titik panas, dan Lampung 132 titik panas.

Christy menyebut jarak pandang di kawasan Danau Toba pada Rabu berkisar 1-3 kilometer. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat mengganggu aktivitas masyarakat maupun perjalanan wisata di sekitar danau.

Kualitas udara Danau Toba sempat sangat tidak sehat
Selain mengganggu jarak pandang, asap karhutla juga berdampak pada kualitas udara di kawasan Danau Toba.

Berdasarkan pemantauan Stasiun Klimatologi Sumatera Utara pada Selasa (13/10), kualitas udara berdasarkan konsentrasi partikel halus PM2.5 berada dalam kategori sedang pada pukul 00.00-17.00 WIB.

BACA JUGA:  Rico Waas Tarik Surat Edaran, Pedagang Diperbolehkan Jualan Lagi

Kondisi kemudian memburuk pada malam hari. Kualitas udara tercatat masuk kategori tidak sehat pada pukul 18.00-21.00 WIB, sebelum mencapai kategori sangat tidak sehat pada pukul 22.00-23.00 WIB.

Partikel halus PM2.5 menjadi salah satu polutan yang perlu diwaspadai karena ukurannya sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan polusi partikel ini dapat memicu gangguan pernapasan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta orang dengan penyakit paru-paru atau jantung.

Imbauan BMKG untuk warga dan wisatawan
Menghadapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar Danau Toba untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan tetap menggunakan masker.

BACA JUGA:  Kapan Cuti Bersama Lebaran 2025? Ini Jadwalnya

Langkah tersebut penting untuk mengurangi paparan asap dan partikel polutan, khususnya ketika kualitas udara memburuk. Masyarakat juga disarankan membatasi aktivitas fisik di luar ruangan selama kondisi berasap.

Bagi wisatawan yang berencana berkunjung ke Danau Toba, kondisi cuaca dan kualitas udara perlu menjadi pertimbangan sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Jarak pandang yang terbatas juga perlu diantisipasi oleh pengendara yang melintasi kawasan tersebut.

Masyarakat dapat memantau informasi terbaru mengenai cuaca, jarak pandang, dan kualitas udara melalui kanal resmi BMKG. Jika mengalami sesak napas, batuk yang memburuk, atau iritasi saluran pernapasan setelah terpapar asap, segera kurangi paparan dan cari pertolongan medis bila diperlukan.

Sumber: CNN Indonesia