Sukseskan Gernas BBI, Marlin Dorong Pegawai Gunakan Batik Batam

Avatar photo
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Batam, Marlin Agustina Rudi, mendorong pegawai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam menggunakan Batik Batam sebagai pakaian dinas.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Batam, Marlin Agustina Rudi, mendorong pegawai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam menggunakan Batik Batam sebagai pakaian dinas.

BATAM, TENTANGKEPRI.COM – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Batam, Marlin Agustina Rudi, mendorong pegawai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam menggunakan Batik Batam sebagai pakaian dinas.

“Kami lagi menggerakkan dan menyukseskan gerakan nasional BBI (Bangga Buatan Indonesia), salah satu produk khas kita Batik Batam,” kata Marlin yang juga merupakan Wakil Gubernur Kepri tersebut, Rabu (9/8/2023).

BACA JUGA:  Konsep OtomatisPemerintah Kabupaten Lombok Tengah Contoh Kerukunan, Keamanan dan Kondusifitas Kota Batam

Untuk itu, ia mendorong agar semua pegawai saat menggunakan pakaian dinas batik, ia meminta untuk menggunakan batik Batam.

“Berbagai motif batik Batam sudah banyak dan bagus-bagus serta sangat mudah dicari baik berupa bahan maupun yang sudah jadi,” ujarnya.

Ia berharap, dengan Gernas BBI ini, makin menumbuhkan rasa cinta terhadap produk lokal dan mampu menumbuhkan industri kecil menengah.

BACA JUGA:  Sejumlah Pejabat Eselon II, III dan IV di Lingkungan Pemerintah Kota Batam Dilantik

“Mari tanamkan pada diri kita, saya bangga menggunakan produk buatan Indonesia,” ajak Marlin.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, mengungkapkan, dalam rangka menyukseskan Gernas BBI, pihaknya memasarkan produk lokal di lingkungan Pemko Batam.

“Untuk menyukseskan Gernas BBI di Lingkungan Pemko Batam, kami membuka Bazar Produk IKM Binaan Dekranasda Kota Batam 8-11 Agustus 2023,” ujarnya.

BACA JUGA:  Merusak Lapisan Kaca Pesawat Batik Air, Seorang Penumpang Terancam Denda Rp 2,5 Miliar

Tak hanya batik yang dipasarkan, beberapa produk lain seperti jajanan hingga kuliner khas Batam seperti luti hingga otak-otak juga ada dengan total 23 IKM terlibat.

“Ini juga merupakan upaya kami membantu dan mendorong pemasaran produk IKM yang ada di Batam,” katanya.(*)