Batam  

Tingkatkan Keadaran Literasi Digital, Jefridin Ajak Mahasiswa Bersikap Bijak Gunakan Media Sosial

Avatar photo

BATAM, TENTANGKEPRI.COM –  Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan ruang digital yang aman dan kondusif, khususnya di kalangan mahasiswa.

Hal ini diwujudkan dalam Literasi Digital Tahun 2024 yang dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, M.Pd., di Politeknik Negeri Batam, pada Jumat (15/11/2024).

Pada kesempatan tersebut, Jefridin menyampaikan pentingnya sikap bijak dalam penggunaan media sosial di era arus informasi yang bergerak sangat cepat.

BACA JUGA:  Ketua Umum SMSI Dipastikan Hadir di Rapimprov I SMSI Kepri 2024 

“Bijak dalam bermedia sosial berarti selalu menyaring sebelum membagikan informasi,” ungkap Jefridin.

Menurutnya, sikap hati-hati dalam menyebarkan informasi sangat diperlukan untuk menghindari penyebaran hoaks yang berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat. Jefridin juga menegaskan bahwa literasi digital merupakan bagian dari upaya Pemko Batam dalam mendukung Batam sebagai kota modern yang aman dan menarik bagi wisatawan serta investor.

BACA JUGA:  Jaga Kelestarian Lingkungan, PLN Batam Tanam 1.000 Pohon Mangrove di Pantai Nongsa

“Saya berharap program literasi digital ini dapat memberikan edukasi kepada mahasiswa mengenai pentingnya bersikap bijak di ruang digital serta menghindari hoaks,” tegasnya.

Turut hadir dalam acara ini Kepala Diskominfo Batam, Rudi Panjaitan, bersama para narasumber literasi digital, yaitu Sri Andeani dan Meyani Kristina Ningrum, yang memberikan wawasan tentang penggunaan teknologi secara positif dan produktif.

BACA JUGA:  Gelar Gebyar UMKM 2023, Jefridin Imbau Pelaku Usaha Segera Mendaftar

Menjelang Pilkada pada 27 November mendatang, Jefridin juga mengimbau masyarakat, terutama mahasiswa, untuk menjaga kondusivitas Kota Batam dan tidak terlibat dalam hal-hal yang merusak, seperti judi online.

“Judi online tidak ada manfaatnya, bahkan dilarang oleh agama. Sekali terjerumus, sulit untuk berhenti. Jadi, jangan coba-coba mengikuti judi online,” pesannya.