Pemilu 2024, Masyarakat Tidak Diperkenankan Menggunakan SIM

Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari saat melakukan konferensi pers, di Kantor KPU Pusat, Jakarta. (Foto: RRI/Dedi Hidayat)
Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari saat melakukan konferensi pers, di Kantor KPU Pusat, Jakarta. (Foto: RRI/Dedi Hidayat)

TENTANGKEPRI.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menekankan masyarakat tidak diperkenankan menggunakan SIM (Surat Izin Mengemudi) untukmencoblos pada Pemilu 2024. Syarat utamanya adalah, pemilih harus membuktikan diri memiliki e-KTP saat ingin nyoblos di TPS.

“Supaya nanti pada saat hari pemungutan suara hadir itu sudah ada buktinya, bawa e-KTP.  SIM umur berapa?, untuk bisa dapat SIM ya harus punya KTP,” kata Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari dalam keterangan persnya, di Jakarta, Kamis (27/7/2023).

BACA JUGA:  BP Batam Tegaskan Penyelenggaraan “Family Day” Tidak Terbuka untuk Umum

Jika belum memiliki e-KTP, Hasyim menegaskan, pemilih dapat membawa Kartu Keluarga (KK) saat ingin menyambangi TPS. Jadi, bukan dengan menunjukan SIM kepada petugas TPS.

“Nanti kita liat perkembangannya. Ketika pemutakhiran daftar pemilih yang kita gunakan adalah alat buktinya Kartu Keluarga,” ucap Hasyim.

BACA JUGA:  Ajak Pemuda Membangun Daerah, Rudi Berbagi Pengalaman Memimpin Batam

Kemudian, Hasyim menyoroti, banyaknya pemilih pemula yang genap berusia 17 tahun saat pencoblosan 14 Februari 2024. Pemilih pemula itu, harus dapat tersalurkan suaranya pada pesta demokrasi lima tahunan ini.

“Menuju 14 Februari itu, warga kita yang akan 17 tahun banyak, pemerintah segera menerbitkan e-KTP. Kan (KK) ada NIK nya, ada database-nya di Kemendagri, terkoneksi, prinsipnya kita harus saling percaya, itu dulu,” ujar Hasyim.​(*)

BACA JUGA:  Sosialisasi Budaya Sensor Mandiri, Rudi Imbau Warga Cerdas Memilih Tontonan