Batam  

Amsakar Achmad Pastikan Rotasi Pejabat Pemko Batam Bebas Titipan

Avatar photo
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad

BATAM, TENTANGKEPRI.COM – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad memastikan rotasi jabatan sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan berlangsung objektif dan profesional serta tidak dipengaruhi kepentingan pihak manapun.

Untuk itu, Amsakar turut menegaskan bahwa sejumlah pejabat terpilih akan bebas dari kepentingan pihak manapun, serta proses pemilihan akan bebas dari titipan partai.

“Integritas yang utama, tidak perlu datang meminta jabatan apalagi melalui partai,” tegasnya, Selasa (22/4/2025).

BACA JUGA:  Safari Ramadhan di Nongsa, Wali Kota Rudi Ajak Jemaah Kompak Melanjutkan Pembangunan Batam

Rotasi besar-besaran ini direncanakan berlangsung dalam empat pekan ke depan, sebagai upaya penyegaran organisasi dan penempatan pejabat sesuai kompetensi.

Amsakar menekankan pentingnya prinsip the right man on the right place, serta pelaksanaan uji kelayakan dan kesesuaian (fit and proper test) sebagai tolok ukur utama dalam pengisian jabatan.

Menurutnya, jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Serta perlu memahami struktur pemerintahan secara menyeluruh, tidak semata fokus pada bidang kerjanya saja.

BACA JUGA:  Jefridin Ungkapkan Andalusia Visit Day 2023 Sebagai Motivasi Bagi Peserta Didik Mengembangkan Bakat

“Saya ingin kepala OPD memahami bahwa mereka bagian dari rumah besar bernama Pemko Batam. Tidak cukup hanya tahu tentang rumah sakit jika di Dinas Kesehatan, atau sekadar soal buku di Dinas Perpustakaan,” ujarnya.

Amsakar juga mengungkapkan mutasi ini bukan semata pergantian posisi, melainkan proses pembelajaran untuk memperkaya wawasan dan memperkuat kapasitas pejabat.

BACA JUGA:  Harga Tiket dan Jadwal Kapal dari Pelabuhan Punggur Batam ke Sejumlah Pulau di Kepri

Dalam rotasi ini, Amsakar mengisyaratkan hadirnya wajah baru maupun pejabat lama yang kembali diberi amanah.

Namun, ia tidak menutup kemungkinan adanya pejabat yang dinonaktifkan sementara karena dinilai sudah terlalu lama dalam satu posisi.

“Bisa jadi wajah baru, bisa juga yang lama kembali tampil. Tapi mungkin ada juga yang diistirahatkan dulu karena sudah terlalu lama dan perlu penyegaran,” ujarnya. (PANE)