Rakor Virtual Pengendalian Inflasi Daerah, Pemko Batam Terus Upaya Jaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan

Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, M. Pd,  mewakili Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengikuti secara virtual Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Juli 2023 bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Senin (17/7/2023).
Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, M. Pd,  mewakili Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengikuti secara virtual Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Juli 2023 bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Senin (17/7/2023).

BATAM, TENTANGKEPRI.COM – Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, M. Pd,  mewakili Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengikuti secara virtual Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Juli 2023 bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Senin (17/7/2023).

Turut hadir perwakilan Badan Pusat Statistik, Badan Pangan Nasional, serta beberapa perwakilan Kementerian ataupun lembaga terkait pengendalian inflasi daerah lainnya. Pada saat memimpin rapat, Mendagri Tito menyampaikan evaluasi terkait pengendalian inflasi secara nasional. Dimana kenaikan terjadi disebagian besar wilayah Indonesia, terutama pada harga telur ayam ras dan daging ayam ras.

BACA JUGA:  Jalan Amblas di Depan Perumahan Taman Sari Tiban, Arus Lalu Lintas Sementara Waktu Dialihkan

“Belum ada perubahan dari minggu sebelumnya, jumlah daerah yang mengalami kenaikan pada komoditas daging ayam ras dan telur ayam ras masih lebih banyak dari yang bisa mengendalikan,” ujar Mendagri Tito.

Sedangkan Jefridin menyampaikan, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, Komoditas dengan harga 10 persen diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) / Harga Acuan Pemerintah (HAP) diantaranya adalah, Jagung Tk. Peternak sebesar 28,53 persen. Dimana hal tersebut menyebabkan mahalnya harga daging ayam ras dan telur ayam ras disejumlah wilayah di Indonesia.

BACA JUGA:  Masyarakat Lubukbaja Apresiasi Program Sembako Murah Pemko Batam

“Telur ayam ras berdasarkan pemantauan dari Kementerian Dalam Negeri, mengalami kenaikan sebesar 14,50 persen dari HAP,” kata Jefridin, yang turut didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Firmansyah dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Gustian Riau.

BACA JUGA:  MUI Apresiasi Dukungan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi dalam Pembangunan Gedung Graha MUI Kota Batam

Menanggapi kenaikan harga tersebut, Jefridin atas nama Pemerintah Kota Batam siap mendukung penganggaran urusan pangan lebih tinggi dan lebih baik. Guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, serta pengendalian inflasi.

“Berbagai upaya- upaya untuk menekan angka inflasi di Kota Batam akan terus kita gesa, salah satunya melalui Tim Monitoring Pengendalian Inflasi Daerah Kota Batam,” jelasnya.(*)