Batam  

Jamin Buaya Lepas Tak Sampai Pemukiman, Polisi Minta Warga Waspada Saat Melaut

Avatar photo
Petugas penangkaran Pulau Bulan dan polisi melakukan pencarian buaya yang lepas dari penangkaran.
Petugas penangkaran Pulau Bulan dan polisi melakukan pencarian buaya yang lepas dari penangkaran.

BATAM, TENTANGKEPRI.COM – Kepolisian Sektor Bulang menjamin buaya yang lepas dari penangkaran di Pulau Bulan, tidak akan sampai ke pemukiman warga terdekat. Walau demikian, pihak Kepolisian juga mengeluarkan imbauan agar nelayan sekitar dapat lebih waspada saat melaut.

Kapolsek Bulang, Iptu Adyanto Syofyan menjelaskan himbauan ini perlu dilakukan mengingat adanya aktivitas di pelabuhan Sagulung, yang kerap digunakan warga untuk menyebrang ke beberapa pulau sekitar.

Walau demikian, pihaknya menyebut jarak Pulau Bulan sebagai lokasi penangkaran buaya, dapat dikatakan jauh dari pemukiman atau pulau terdekat yang ditinggali oleh mayoritas nelayan.

BACA JUGA:  Manfaatkan RSKI Galang, Wali Kota Batam: Warga Bisa Berobat Gratis

“Kami dari pihak Kepolisian memastikan bahwa buaya yang lolos dari penangkaran tidak akan sampai ke pulau terdekat yang ditinggali oleh warga. Namun bagi nelayan, dan para pekerja yang di pelabuhan kami tetap menghimbau agar tetap waspada,” ujarnya melalui sambungan telepon, Senin (13/1/2025) sore.

Walau buaya yang lepas diketahui merupakan buaya dewasa berukuran 3 meter, namun Iptu Adyanto juga menyebut bahwa buaya-buaya tersebut merupakan buaya air tawar.

BACA JUGA:  PLN Batam Raih Penghargaan Paritrana Award dari Pemerintah Provinsi Kepri

Untuk itu, pihaknya memastikan bahwa kelima buaya yang diketahui meninggalkan penangkaran masih berada di sekitar pulau.

“Data yang kita dapat dari penangkaran, buaya yang lepas jenis air tawar. Sangat kecil kemungkinan bahwa mereka menyebrang ke pulau terdekat, yang berjarak 2,5 kilometer,” ujarnya.

Alasan lain yang menguatkan argumen bahwa buaya tidak akan menyebrang ke pulau terdekat, adalah kebiasaan buaya yang terlahir dan besar di wilayah penangkaran.

BACA JUGA:  Li Claudia: Lansia Batam Harus Sejahtera, Bantuan Akan Terus Diperluas

Walau demikian, pihaknya kini telah membentuk tim yang bertugas khusus untuk memburu buaya-buaya tersebut.

“Sejak penangkaran ini ada dari tahun 1992, belum pernah ada laporan buaya dari Pulau Bulan yang bertemu dengan warga sekitar. Belum lagi kebiasaan buaya yang besar di penangkaran dan sudah terbiasa memiliki jadwal makan. Namun saat ini kita sudah bentuk tim, yang akan memburu buaya-buaya ini di malam hari sejak hari ini,” ujarnya. (PARTAHI)