Presiden Jokowi sebut Tantangan di Ruang Digital Semakin Besar

Presiden Joko Widodo saat memberikan pidato pada Ecosperity Week 2023 yang digelar di Sands Expo and Convention Center, Singapura, Rabu (7/6/2023). (Foto: BPMI Setpres)
Presiden Joko Widodo saat memberikan pidato pada Ecosperity Week 2023 yang digelar di Sands Expo and Convention Center, Singapura, Rabu (7/6/2023). (Foto: BPMI Setpres)

 TENTANGKEPRI.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan tantangan di ruang digital semakin besar. Menurut Kepala Negara, konten-konten negatif hingga kejahatan di ruang digital terus bermunculan dan meningkat

Demikian disampaikan Presiden dalam acara Pengarahan Gerakan Literasi Digital di Mabes TNI secara daring, Selasa (13/6/2023). “Hoaks, penipuan daring, perjudian, eksploitasi seksual pada anak, perundungan siber, ujaran kebencian, radikalisme berbasis digital perlu terus diwaspadai,” ujarnya.

BACA JUGA:  Respon Cepat BU SPAM BP Batam, Perbaikan Pipa di Perumahan Baloi Telah Selesa

Presiden menyebut hal tersebut menjadi tantangan yang dapat mengancam persatuan dan kestuan bangsa. Untuk itu, menurutnya kewajiban kita bersama untuk terus meminimalkan konten-konten negatif.

“Membanjiri ruang digital dengan konten-konten positif, banjiri terus, isi terus dengan konten-konten positif. Kita harus tingkatkan kecakapan digital masyarakat agar mampu menciptakan konten-konten kreatif yang mendidik, yang menyejukkan, yang menyerukan perdamaian,” ujarnya.

BACA JUGA:  Presiden Jokowi Tunggu Putusan MK Terkait Sistem Pemilu 2024

Presiden juga mengungkapkan, internet harus mampu meningkatkan produktifitas masyarakat dan membuat UMKM naik kelas. “Perbanyak UMKM onboarding ke platform e-commerce, sehingga internet bisa memberi nilai tambah ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat,” ucapnya.

Meski demikian, kata Presiden, literasi digital adalah kerja besar yang tidak bisa dikerjakan pemerintah sendirian. Menurutnya perlu mendapatkan dukungan seluruh komponen bangsa agar semakin banyak masyarakat yang melek digital.

BACA JUGA:  KPAI: Pernikahan Beda Usia di Kalbar Langgar Undang-undang

“Saya memberikan apresiasi kepada 110 lembaga dan berbagai komunitas yang terlibat dalam program literasi digital nasional ini. Saya harap gerakan ini menggelinding dan terus membesar, bisa mendorong berbagai inisiatif di tempat-tempat lain,” katanya.(*)

Sumber:rri.co.id