Batam  

Wali Kota Batam Ajak Warga Teladani Perjuangan Pahlawan

Rudi saat mengikuti Upacara Bendera dan Tabur Bunga Peringatan Hari Pahlawan Tingkat Kota Batam Tahun 2023 di Lapangan Upacara Mako Lantamal IV Batam, Batu Ampar, Jumat (10/11/2023).
Rudi saat mengikuti Upacara Bendera dan Tabur Bunga Peringatan Hari Pahlawan Tingkat Kota Batam Tahun 2023 di Lapangan Upacara Mako Lantamal IV Batam, Batu Ampar, Jumat (10/11/2023).

BATAM, TENTANGKEPRI.COM – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengajak seluruh warga Batam untuk meneladani perjuangan para pahlawan.

Hal itu disampaikan Rudi usai mengikuti Upacara Bendera dan Tabur Bunga Peringatan Hari Pahlawan Tingkat Kota Batam Tahun 2023 di Lapangan Upacara Mako Lantamal IV Batam, Batu Ampar, Jumat (10/11/2023).

Upacara peringatan hari pahlawan di Kota Batam 2023 ini dipusatkan di Lantamal IV Batam dengan inspektur upacara Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) IV Batam Laksamana Pertama (Laksma) TNI Tjatur Soniarto.

“Pahlawanku teladanku, ini momen bagaimana kita mengingat perjuangan para pahlawan,” kata Rudi.

BACA JUGA:  Bappenas: 46 Persen Penerima Bansos Salah Sasaran

Untuk diketahui, Peringatan Hari Pahlawan 10 November untuk mengingat pertempuran Surabaya yang terjadi pada 1945. Peristiwa tersebut diawali insiden perobekan Bendera Merah Putih Biru di atas Hotel Yamato pada 19 September 1945.

Kemudian, Presiden Soekarno memerintahkan untuk gencatan senjata pada 29 Oktober 1945. Pertempuran kembali pecah pada 30 Oktober 1945.

Saat itu rakyat Surabaya bersama para pejuang bertempur melawan tentara Inggris. Pada pertempuran tersebut, jumlah kekuatan tentara sekutu sekitar 15.000 pasukan.

Sekitar 6000 rakyat Indonesia pun gugur dalam pertempuran di Surabaya itu. Pertempuran tersebut terjadi selama tiga minggu.

BACA JUGA:  Kepala BP Batam : Pendekatan Persuasif Jadi Kunci Penting Keberhasilan Pembangunan Rempang

Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945 itu pun ditetapkan sebagai Hari Pahlawan melalui Keppres Nomor 316 tahun 1959 pada 16 Desember 1959.

Keputusan itu ditetapkan oleh Presiden Soerkarno. Kala itu, Presiden Soekarno memutuskan juga menetapkan hari nasional bukan hari libur. Salah satunya yakni Hari Pahlawan 10 November.

Berdasarkan buku Bung Tomo, Hidup dan Mati Pengobar Semangat Tempor 10 November karya Abdul Waid pertempuran itu dipicu dengan sejumlah hal.

BACA JUGA:  Ditresnarkoba Polda Kepri Gelar Pemusnahan Sebanyak 90 Gram Sabu

Peristiwa itu bermula setelah terjadinya kekalahan Jepang, kemudian rakyat dan pejuang Indonesia berupaya keras mendesak para tentara Jepang untuk menyerahkan semua senjatanya kepada Indonesia.

“Hari Pahlawan 10 November merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah negara Republik Indonesia,” ujarnya.

“Peringatan hari pahlawan yang rutin diperingati setiap tahunnya mengajarkan keteladanan anak bangsa akan kejujuran, kegigihan, pantang menyerah, dan melakukan kewajiban dan hak,” katanya.

Ia berharap, perjuangan tersebut akan terus tumbuh demi mempertahanlan kejayaan negara. “Selamat Hari Pahlawan, mari bersama kita meneladani pahlawan,” tutupnya.(*)