Kepala BNPB: Saya Mohon Maaf, Tak Mengira Besarnya Dampak Banjir Sumatera

Avatar photo
Kepala BNPB Suharyanto memberikan keterangan soal update pencarian korban dan penanganan bencana di Sumatera dalam konferensi pers, Jumat (28/11/2025) sore.(Tangkapan Layar YouTube BPNB)
Kepala BNPB Suharyanto memberikan keterangan soal update pencarian korban dan penanganan bencana di Sumatera dalam konferensi pers, Jumat (28/11/2025) sore.(Tangkapan Layar YouTube BPNB)

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, memohon maaf atas kesalahannya dalam memandang dampak banjir Sumatera.

“Nah Tapsel ini saya suprprise begitu ya, saya tidak mengira sebesar ini. Saya mohon maaf, Pak Bupati,” kata Suharyanto usai meninjau lokasi terdampak banjir di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, dikutip dari siaran Kompas TV, Minggu (30/11/2025).

Terlihat Mencekam di Medsos, tapi Sudah Membaik Dia telah meinjau lokasi banjir di Kecamatan Batangtoru, ditemani Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu. Dia memastikan upaya penanganan pasca-bencana banjir bandang ini terus dilakukan, termasuk pemenuhan logistik.

BACA JUGA:  Akhir Pelarian Buron Filipina Alice Guo di Indonesia, Ditangkap dan Ditukar Gembong Narkoba

“Bukan berarti kami tidak peduli,” kata Suharyanto. Percuma Pendidikan Lingkungan jika Kebijakan Terus Merusak Artikel Kompas.id

Pernyataan Suharyanto sebelumnya Pada Jumat (28/11/2025), Suharyanto sempat menepis informasi di media sosial soal keparahan dampak banjir Sumatera.

“Memang kemarin kelihatannya mencekam karena berseliweran di media sosial, tetapi begitu kami tiba langsung di lokasi, banyak daerah yang sudah tidak hujan.

BACA JUGA:  Selain Safe House, Uang Korupsi Kasus Bea Cukai Disimpan di Mobil Operasional

Yang paling serius memang Tapanuli Tengah, tetapi wilayah lain relatif membaik,” kata Suharyanto dalam konferensi pers saat itu. Dia menyebut daerah Tapanuli Tengah sebagai daerah yang paling parah terdampak banjir.

Menurutnya, banjir dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh masih berada pada tingkat daerah provinsi, tidak perlu ditetapkan berstatus bencana nasional.

BACA JUGA:  Bocoran Rekrutmen CPNS 2026 Kemenkeu: Ratusan Lulusan SMA untuk Bea Cukai

Suharyanto menegaskan bantuan pusat tetap besar-besaran lewat BNPB, TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga terkait.

“Karena statusnya tingkat provinsi, pemerintah pusat melalui BNPB, TNI, Polri, dan seluruh kementerian/lembaga memberikan dukungan maksimal. Buktinya, Presiden mengerahkan bantuan besar-besaran, TNI mengirim alutsista dalam jumlah besar, dan BNPB menggerakkan seluruh kekuatan yang ada,” tegasnya.

Sumber: Kompas