AS Bantah Klaim 4 Rudal Iran Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln, Sebutnya Sebagai Kebohongan

Avatar photo
Kapal induk USS Abraham Lincoln.
Kapal induk USS Abraham Lincoln.

Amerika Serikat (AS) membantah keras klaim Iran yang menyebut telah menembakkan empat rudal balistik ke kapal induk AS, USS Abraham Lincoln (CVN-72).

Melalui pernyataan yang diunggah di platform X, United States Central Command (CENTCOM) menegaskan bahwa tidak ada rudal Iran yang mendekati kapal induk AS di perairan Teluk.

“Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeklaim telah menyerang USS Abraham Lincoln dengan rudal balistik. Bohong,” demikian pernyataan CENTCOM, Minggu (1/3/2026).

“Kapal Lincoln tidak terkena. Rudal yang diluncurkan bahkan tidak mendekati sasaran,” lanjutnya.

BACA JUGA:  Kebiasaan Konsumsi Makan Ini Jadi Pemicu Banyak Warga Korsel Kena Kanker Usus Besar

Sebelumnya, Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeklaim telah menembakkan empat rudal balistik ke kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln (CVN-72).

Klaim tersebut disampaikan dalam komunikasi ketujuh terkait Operasi “True Promise 4” yang dirilis Kantor Humas IRGC dan disiarkan oleh Tasnim News Agency pada hari yang sama.

USS Abraham Lincoln tetap beroperasi

Lebih lanjut, CENTCOM juga menegaskan bahwa USS Abraham Lincoln tetap menjalankan operasinya seperti biasa, dikutip dari Al Arabiya, Minggu.

BACA JUGA:  Ukraina Siap Borong Senjata AS hingga Rp1.459 T, Dibelikan Eropa

USS Abraham Lincoln merupakan salah satu kapal induk bertenaga nuklir kelas Nimitz milik Angkatan Laut AS.

Kapal sepanjang 333 meter itu mampu mengangkut sekitar 100.000 ton beban, termasuk hingga 65 pesawat tempur serta berbagai sistem persenjataan.

Kapal induk tersebut dikirim ke kawasan Teluk pada akhir Januari sebagai bagian dari langkah penguatan militer yang disebut Presiden Donald Trump sebagai “armada” yang dipindahkan ke wilayah tersebut untuk berjaga-jaga di tengah meningkatnya ketegangan.

BACA JUGA:  Jangan Lama-lama Pelukan di Bandara Selandia Baru!

“Lincoln terus meluncurkan pesawat untuk mendukung kampanye tanpa henti CENTCOM dalam membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman dari rezim Iran,” demikian pernyataan CENTCOM.

Diketahui, perang klaim ini terjadi ketika operasi gabungan AS–Israel terhadap Iran memasuki hari kedua.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sejumlah pejabat senior Iran, termasuk Ali Khamenei, dan memicu serangan balasan Teheran menggunakan drone serta rudal yang menargetkan aset AS dan negara-negara Teluk.

Sumber: kompascom