Batam, DPRD  

Komisi IV DPRD Batam Sesalkan Ketidakhadiran PT Rigspek

Avatar photo
Komisi IV DPRD Batam menyesalkan ketidakhadiran PT Rigspek Perkasa, dalam penyelesaian masalah hubungan kerja dengan salah satu mantan karyawannya, Rimbun Simanjuntak.
Komisi IV DPRD Batam menyesalkan ketidakhadiran PT Rigspek Perkasa, dalam penyelesaian masalah hubungan kerja dengan salah satu mantan karyawannya, Rimbun Simanjuntak.

BATAM, TENTANGKEPRI.COM – Komisi IV DPRD Batam menyesalkan ketidakhadiran PT Rigspek Perkasa, dalam penyelesaian masalah hubungan kerja dengan salah satu mantan karyawannya, Rimbun Simanjuntak.

Pihak perusahaan diketahui telah dua kali tidak menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP), yang sebelumnya digelar pada, Rabu (3/9/2025) dan, Senin (8/9/2025) lalu.

BACA JUGA:  BP Batam Maksimalkan Momentum Ramadhan Untuk Berbagi Dengan Sesama

Ketua Komisi IV Dandis Rajagukguk menyayangkan sikap perusahaan yang dinilainya tidak menunjukkan iktikad baik dan tidak menghargai DPRD Kota Batam selaku lembaga perwakilan rakyat.

“Ketidakhadiran ini mencerminkan bahwa perusahaan tidak menghargai proses yang sesuai dengan ketentuan hukum dan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan. DPRD tentu tidak bisa tinggal diam,” jelasnya, Kamis (11/9/2025)

BACA JUGA:  Ketua DPRD Kota Batam Hadiri Konsultasi Publik Rancangan Perubahan PP Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam

Dandis menilai jalan penyelesaian melalui DPRD telah diupayakan, namun sikap perusahaan membuat proses mediasi tidak berjalan.

“Kalau begini, pihak pekerja dapat juga menempuh jalur hukum melalui peradilan hubungan industrial (PHI). Itu hak pekerja dan jalur resmi untuk menuntut keadilan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Komisi IV DPRD Batam Gelar Rapat Kerja Dengan Dinas Pendidikan, Bahas Penerimaan Siswa Baru dan Antisipasi Masalah Daya Tampung Sekolah

Pihaknya menduga, absennya perusahaan dalam dua kali pertemuan menunjukkan adanya persoalan serius dalam perlakuan terhadap pekerja di perusahaan tersebut.

“Kami akan turun langsung meninjau perusahaan dalam waktu dekat. Hal ini penting agar jelas bagaimana kondisi ketenagakerjaan di sana, mengingat sikap manajemen yang tidak kooperatif,” jelasnya. (pane)