Batam  

Walau Kantongi Izin, Bangunan Baru Tak Boleh Tutup Welcome to Batam

Avatar photo
Dua orang warga Batam berfoto mengambil latar belakang Welcome To Batam yang terpampang di Bukit Clara Batamkota. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

BATAM, TENTANGKEPRI.COM – Adanya rencana pembangunan gedung-gedung tinggi di seputaran bukit Welcome to Batam menjadi ancaman. Gedung-gedung tersebut bahkan telah mengantongi izin baik dari BP Batam maupun Pemko Batam.

Bukit yang menjadi ikon pariwisata Kota Batam ini telah menjadi simbol kebanggaan kota Batam. WTB bukan hanya dikenal sebagai spot foto favorit, tetapi juga sebagai pusat keramaian dan kuliner bagi pengunjung.

Menanggapi hal tersebut Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin Hamid, menegaskan bahwa meskipun pembangunan di kawasan tersebut memiliki izin, pihaknya tidak akan mengizinkan jika hal itu menghalangi pandangan terhadap WTB.

BACA JUGA:  Semangat Baru di tahun 2025, Pemko Batam Gelar Apel Gabungan Awal Tahun

“Bangunan baru tidak boleh lebih tinggi dari Welcome to Batam,” ujar Jefridin, Sabtu (26/10/2024).

Ia menambahkan meningkatnya jumlah gedung baru di sekitar WTB telah berdampak negatif pada daya tarik kawasan ini.

Pedagang setempat, seperti Rara dari bazar WTB, melaporkan penurunan jumlah pengunjung.

BACA JUGA:  Sebanyak 15 CPMI Ilegal untuk Situs Judi Online Diamankan Polda Kepri di Batam

“Semenjak bangunan baru muncul, pengunjung jadi lebih sedikit. Sebelumnya, banyak orang datang untuk berfoto dan bersantai,” ujarnya.

Kekhawatiran para pedagang semakin mendalam jika ikon WTB tertutup total, yang dapat mengancam kelangsungan usaha mereka.

“Tujuan orang datang ke sini biasanya untuk jajan kuliner dan bersantai. Jika itu hilang, daya tarik kawasan ini pun akan berkurang,” katanya.

BACA JUGA:  Jadwal Kapal Roro Batam-Kuala Tungkal Jambi dan Harga Tiket

Ia berharap pihak berwenang segera mencari solusi untuk memastikan WTB tetap terlihat dan dapat menarik pengunjung, agar kawasan ini tetap hidup sebagai pusat keramaian dan sumber penghidupan bagi banyak pedagang.

Kawasan “Welcome to Batam” telah menjadi daya tarik utama bagi wisatawan dan penduduk lokal. Jika ikon ini terhalang oleh gedung tinggi, salah satu identitas penting kota Batam dapat hilang. (rul)