Presiden Rusia Putin Larang Operasi Ganti Kelamin

Presiden Rusia Vladimir Putin (dok. Sputnik/Aleksey Nikolskyi/Kremlin via REUTERS)
Presiden Rusia Vladimir Putin (dok. Sputnik/Aleksey Nikolskyi/Kremlin via REUTERS)

TENTANGKEPRI.COM – Presiden Rusia Vladimir Putin telah menandatangani aturan hukum terbaru yang menandai langkah terakhir dalam melarang prosedur atau operasi ganti kelamin. Aturan hukum terbaru ini menjadi pukulan telak bagi komunitas LGBTQ+ di Rusia yang sudah diperangi sejak lama.

Seperti dilansir Associated Press, Rabu (26/7/2023), aturan hukum atau undang-undang (UU) baru itu disetujui dengan suara bulat oleh kedua majelis pada parlemen Rusia. Penandatanganan UU baru itu oleh Putin dilakukan pada Senin (24/7) waktu setempat.

UU baru yang diteken Putin itu secara tegas melarang ‘intervensi medis apa pun yang bertujuan mengubah jenis kelamin seseorang’ serta mengubah jenis kelamin seseorang dalam dokumen resmi dan catatan publik.

Satu-satunya pengecualian adalah intervensi medis yang dilakukan untuk mengobati kelainan bawaan.

UU itu juga membatalkan pernikahan jika salah satunya telah ‘berubah jenis kelamin’, dan melarang transgender untuk menjadi orang tua asuh atau orang tua angkat.

Larangan itu disebut berasal dari kampanye Kremlin dalam melindungi apa yang dipandang sebagai ‘nilai-nilai tradisional’ Rusia.

Para anggota parlemen Moskow menyebut UU itu melindungi Rusia dari ‘ideologi anti-keluarga Barat’, dengan beberapa menggambarkan transisi jenis kelamin sebagai ‘setanisme murni’.

Tindakan keras Rusia terhadap kaum LGBTQ+ dimulai satu dekade lalu ketika Putin pertama kali mendeklarasikan fokus pada ‘nilai-nilai keluarga tradisional’ yang didukung oleh Gereja Ortodoks Rusia.

Tahun 2013, Kremlin mengadopsi UU yang melarang dukungan publik apa pun terhadap ‘hubungan seksual non-tradisional’ di antara anak di bawah umur. Kemudian tahun 2020, Putin mendorong melalui reformasi konstitusi yang melarang pernikahan sesama jenis.

Tahun lalu, Putin menandatangani aturan hukum yang melarang ‘propaganda hubungan seksual non-tradisional; di antara orang dewasa.(*)

BACA JUGA:  Hadiri Rakor Pengembangan Kawasan Rempang, Jefridin: Pemko Batam Dukung pengembangan Pulau Rempang

Sumber: detiknews