Berikut Penjelasan Kenapa Bandara Selalu Disingkat Pakai Kode 3 Huruf

Foto Ilustrasi
Foto Ilustrasi

TENTANGKEPRI.COM – Ketika memesan tiket pesawat, kamu biasanya selalu melihat kode tiga huruf kapital dari bandara keberangkatan dan bandara tujuan. Misalnya, kode CGK pada Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang atau Bandara Changi di Singapura berkode SIN.

Kode tiga huruf tersebut tidak sembarangan lho. Sebab, penentuan kode tiga huruf tersebut berdasarkan dari International Air Transport Association (IATA).

Lalu bagaimana penentuan kode tiga huruf bandara? Biasa kode tersebut terdiri dari 3 huruf kombinasi dari nama kota, nama bandara, atau pengidentifikasi lain yang relevan. 

Three letter code adalah standar dari International Air Transport Association (IATA) yang mulai digunakan pada 1960. Salah satu tujuannya demi menghindari kebingungan dalam penyebutan bandara.

Penerapan kode tiga huruf pada bandara selain untuk memudahkan penyebutan, identifikasi maskapai penerbangan, tujuan, dan dokumen lalu lintasnya.

“Kode IATA adalah bagian integral dari industri perjalanan, dan penting untuk identifikasi maskapai penerbangan, tujuan, dan dokumen lalu lintasnya. Hal ini juga penting untuk kelancaran ratusan aplikasi elektronik yang telah dibangun di sekitar sistem pengkodean ini untuk keperluan lalu lintas penumpang dan kargo,” jelas Kepala Komunikasi Korporat IATA untuk Amerika Serikat, Perry Flint, seperti dilansir Conde Nast Traveler.

Yang unik dari penentuan kode tiga huruf bandara ini adalah bisa dipastikan bandara di mana pun tidak akan memakai kode tiga huruf yang sama antara satu dengan yang lain.

Nah, tentu kalian sudah hafal kan dengan kode tiga huruf bandara di dekat tempat tinggalmu. Jangan sampai salah kode juga ya ketika menentukan kota tujuan penerbangan.(*)

BACA JUGA:  Dalam Rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia PLN Batam Tanam Bibit Mangrove dan Pungut Sampah di Desa Wisata Kampung Terih