Batam  

BP Batam Paparkan Progres Pergeseran Warga Terdampak Pengembangan Rempang Eco-City

Avatar photo
Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait
Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait
BATAM, TENTANGKEPRI.COM – BP Batam terus berupaya untuk mempercepat realisasi investasi Rempang Eco-City.

Hal tersebut dapat dilihat dari komitmen BP Batam yang memfasilitasi secara maksimal pergeseran terhadap 73 Kepala Keluarga (KK) terdampak pengembangan Kawasan Rempang ke hunian sementara.

Adapun keseluruhan warga yang bergeser adalah mereka yang menempati lokasi Areal Penggunaan Lain (APL) sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nomor 272 Tahun 2018.

BACA JUGA:  Pertegas Hak dan Kewajiban Penerima Insentif , Pemko Batam Evaluasi Perwako Insentif dan Bantuan untuk Masyarakat

“Jadi, 73 KK yang telah bergeser adalah warga yang berada di APL. Terhadap warga yang berada di lokasi Hutan Produksi yg dapat Dikonversi (HPK), saat ini belum dapat dilakukan pergeseran karena masih tahapan proses perubahan status dari HPK ke APL di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” papar Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, Minggu (5/11/2023).

BACA JUGA:  BP Batam Gelar Lokakarya Pemberdayaan LPM dalam Menyukseskan Program Layanan L2T2 di Batam

Ariastuty mengungkapkan, BP Batam belum dapat memberikan kompensasi kepada warga yang berada di kawasan hutan tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami tetap komitmen untuk melakukan pergeseran sesuai dengan koridor hukum yang berlaku. Seperti apa yang disampaikan Pak Menteri Investasi, warga harap bersabar,” tambahnya.

BACA JUGA:  Beragam Event Sukses Menyemarakkan HUT ke - 79 RI di Batam, Rudi: Jaga Kekompakan Membangun Negeri

Ia juga meminta agar masyarakat tak terprovokasi dengan isu liar maupun ajakan pihak yang tak bertanggungjawab untuk melakukan tindakan melawan hukum.

“Mari kita bersama-sama menjaga agar Batam tetap kondusif,” pungkasnya. (DN)