Kesal Digaji Kecil, Perempuan China Tidur 5 Jam di Kantor Saat Jam Kerja

Avatar photo
Ilustrasi Guangzhou di China.(Dok. Unsplash/Yu Ko)
Ilustrasi Guangzhou di China.(Dok. Unsplash/Yu Ko)

Seorang perempuan di China menjadi sorotan setelah rutin tidur selama sekitar lima jam di kantor saat jam kerja. Aksinya dilakukan sebagai bentuk protes karena merasa gaji yang diterimanya tidak sebanding dengan pekerjaan yang diberikan.

Perempuan yang identitasnya tidak diungkap tersebut bekerja di sebuah perusahaan di Shangqiu, Provinsi Henan, China. Kisahnya viral di media sosial China dan diberitakan South China Morning Post (SCMP) pada 13 April 2026.

Perempuan itu mengaku kecewa dengan perlakuan atasannya serta menilai gajinya terlalu rendah. Ia kemudian memilih menunjukkan ketidakpuasannya dengan tidur selama sekitar lima jam setiap hari di kantor.

Dalam unggahan yang viral, ia mengatakan tidak akan mengundurkan diri meskipun atasannya mengancam memecatnya.

“Saya tidak akan pergi. Saya akan membuatnya memahami konsep bahwa Anda mendapatkan apa yang Anda bayar,” ujarnya dalam unggahan tersebut.

BACA JUGA:  Australia Resmi Larang Anak Main Medsos, Bagaimana Aturannya?

Bangun Tidur, Ambil Cokelat Bos

Perselisihan semakin memanas setelah perempuan itu terbangun dari tidurnya.

Ia kemudian mengambil sebatang cokelat dari meja atasannya untuk dimakan. Menurut pengakuannya, sang bos memiliki kondisi yang menyebabkan kadar gula darahnya mudah turun dan disebut hampir pingsan ketika tidak segera mendapatkan asupan gula.

Sang bos pun marah setelah mengetahui cokelatnya diambil.

“Bos saya sangat marah. Dia mengatakan saya sengaja ingin membunuhnya. Dia memberi saya peringatan dan mengancam akan memecat saya,” kata perempuan tersebut dalam sebuah video.

Ia tetap membela tindakannya dan menilai orang-orang yang mengkritiknya tidak memahami kondisi pekerja yang menerima gaji rendah.

BACA JUGA:  Ngeri! Elon Musk Mau Terbangkan 1 Juta Starlink ke Ruang Angkasa

Warganet China Justru Bela Bos

Kisah tersebut kemudian memicu perdebatan di media sosial China. Namun, sebagian besar pengguna internet justru tidak mendukung tindakan perempuan itu dan mengaku lebih bersimpati kepada sang bos.

“Bos mana pun tidak akan menoleransi karyawan seperti itu,” tulis salah satu pengguna.

Pengguna lainnya menyoroti durasi tidur perempuan tersebut. Dengan asumsi jam kerja delapan jam sehari, lima jam yang digunakan untuk tidur berarti hanya tersisa sekitar tiga jam untuk aktivitas lain, termasuk makan, ke toilet, dan bekerja.

Ada pula warganet yang bercanda bahwa dirinya tidak menyangka suatu hari akan berpihak kepada seorang bos. Pengguna lainnya menyarankan perempuan tersebut memasang alarm sebelum tidur agar tidak melewatkan waktu pulang kerja.

BACA JUGA:  4 Negara yang Melarang Perusahaan Menghubungi Karyawannya di Luar Jam Kerja

Tidur Siang Tak Disarankan Terlalu Lama

Peristiwa tersebut juga menarik perhatian karena perempuan itu tidur selama berjam-jam di tengah jam kerja.

Media pemerintah China, CCTV, sebelumnya melaporkan bahwa tidur siang idealnya tidak berlangsung lebih dari 30 menit. Tidur siang yang terlalu lama disebut dapat berkaitan dengan peningkatan sejumlah risiko kesehatan, termasuk penyakit jantung, stroke, dan perlemakan hati.

Konflik tidak biasa antara karyawan dan perusahaan juga beberapa kali menjadi perhatian publik di China.

Pada 2025, misalnya, sebuah perusahaan di Provinsi Guangdong, China selatan, mendapat kecaman setelah menerapkan aturan ketat yang mengharuskan karyawan pergi ke toilet hanya pada waktu-waktu tertentu.

Sumber: kompas.com